Statistik Kembar PSG dan Benfica, Kenapa Lionel Messi Cs Cuma Jadi Runner-up Grup? Simak Alasannya

Bola24.id – Hasil matchday terakhir Grup H 2022-20223 menciptakan sejarah baru. () dan mengakhiri fase grup dengan jumlah poin serta jumlah gol dan kemasukan yang identik.

Melansir Opta, Kamis (3/11/2022), itu merupakan kali pertama terjadi di sepanjang sejarah babak penyisihan grup Liga Champions.

Dalam matchday keenam Grup H, PSG bertandang ke markas Juventus di Turin, sementara Benfica menyambangi kandang wakil Israel Maccabi Haifa.

PSG berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 2-1 untuk mengoleksi 15 poin dari enam laga dengan rincian memasukan dan kemasukan gol 16-7 (+9).

Baca Juga:
Hasil Real Madrid vs Celtic, Diwarnai Tiga Penalti, Los Blancos Menang 5-1

Di sisi lain, Benfica juga sukses meraup poin penuh di markas Maccabi Haifa. Tim asal Portugal menang telak 6-1.

Kemenangan itu membuat poin Benfica menjadi 14 dari enam laga, dengan dengan rincian memasukan dan kemasukan gol yang sama dengan PSG, 16-7 (+9).

Merujuk tiebreakers Liga Champions 2022-2023, jika terdapat dua atau lebih tim dengan poin sama, maka penentuan peringkat bakal dilihat dari head to head antara tim dengan poin sama.

Rincian head to head tersebut secara berurutan adalah sebagai berikut:

  1. aJumlah poin yang lebih tinggi dalam pertandingan grup yang melibatkan tim dengan poin sama;
  2. Keunggulan selisih gol dalam pertandingan grup yang melibatkan tim dengan poin sama;
  3. Jumlah gol lebih tinggi yang dicetak dalam pertandingan grup yang melibatkan tim dengan poin sama;
  4. Jika setelah menerapkan kriteria a, b dan c tim-tim tersebut masih berimbang, kriteria a) hingga c) diterapkan kembali secara eksklusif pada pertandingan antara tim yang tersisa untuk menentukan peringkat akhir mereka. Jika prosedur ini tidak menghasilkan keputusan, kriteria e) sampai k) berlaku dalam urutan yang diberikan kepada dua atau lebih tim yang masih berimbang;
  5. Keunggulan selisih gol di semua pertandingan grup;
  6. Jumlah gol lebih tinggi yang dicetak dalam semua pertandingan grup;
  7. Jumlah gol tandang lebih tinggi yang dicetak dalam semua pertandingan grup;
  8. Jumlah kemenangan lebih banyak di semua pertandingan grup;
  9. Jumlah kemenangan tandang lebih banyak di semua pertandingan grup;
  10. Total poin disiplin yang lebih rendah hanya berdasarkan kartu kuning dan kartu merah yang diterima oleh pemain dan ofisial tim di semua pertandingan grup (kartu merah = 3 poin, kartu kuning = 1 poin, pengusiran karena dua kartu kuning dalam satu pertandingan = 3 poin);
  11. Koefisien klub yang lebih tinggi

Melihat statistik PSG dan Benfica yang identik dan tetap setara usai diberlakukannya kriteria a hingga f, maka poin jumlah gol tandang yang lebih tinggi lah yang kemudian diberlakukan.

Baca Juga:
Sudah Pasti Gagal ke 16 Besar, Hadapi PSG Jadi Ajang Pelampiasan Amarah Juventus

Kemenangan telak 6-1 atas tuan rumah Maccabi Haifa membuat Benfica dipastikan finis sebagai juara Grup H karena unggul jumlah gol tandang dari PSG yakni 9 berbanding 6.



#Statistik #Kembar #PSG #dan #Benfica #Kenapa #Lionel #Messi #Cuma #Jadi #Runnerup #Grup #Simak #Alasannya

Sumber : www.suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *